OPERAINDO- Polemik di internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian memanas. Setelah aksi penyegelan kantor, kini calon legislatif (caleg) dari PSI NTB ramai-ramai menyatakan diri mundur dari partai.
Sedikitnya empat caleg dari PSI NTB menyatakan mundur. Mereka menyatakan sikap mundur lantaran merasa tidak puas terhadap sistem pengelolaan partai.
Baca juga: Ngenes!! Tanpa Caleg, PSI Dipastikan Tidak Bisa Ikut Pileg 2019
Wakil Ketua PSI Kota Mataram, Zulkarnain, mengatakan aksi mundur tersebut lantaran rasa kekecewaannya terhadap sistem yang terbangun dalam kepengurusan DPW PSI NTB.
loading...
Kekecewaan dipicu sejak mencuatnya pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie tentang menolak perda agama.
Grace mengatakan partainya tidak akan pernah mendukung peraturan daerah (Perda) yang berlandaskan agama. Hal itu, kata Grace, menjadi salah satu dari tiga misi yang yang akan dijalankan anggota legislatif dari PSI jika dipercaya duduk di parlemen.
"PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindakan intoleransi di negeri ini. PSI tidak akan pernah mendukung perda-perda Injil atau perda-perda syariah.
Tidak boleh ada lagi penutupan rumah ibadah secara paksa," ujar Grace dalam sambutan yang ia sampaikan untuk peringatan hari ulang tahun keempat PSI, ICE BSD, Tangerang, Minggu (11/11) malam.
Dua misi lain adalah menjaga para pemimpin baik di tingkat nasional maupun lokal dari gangguan politisi hitam, serta menghentikan praktik pemborosan dan kebocoran anggaran di parlemen.
Baca Juga: Menteri Luhut: Esemka Sukses, RI Akan Bangun Pabrik Mobil Listrik
Grace menyebut di DPR, PSI akan menjaga Jokowi, menjaga Ridwan Kamil di Jawa Barat, menjaga Nurdin Abdullah di Sulawesi Selatan, serta menjaga Tri Rismaharini di Surabaya.
Selain itu, Grace menuturkan PSI juga memiliki misi untuk menghentikan praktik pemborosan dan kebocoran anggaran di parlemen.
loading...
"Tidak boleh lagi ada sepeser pun uang rakyat yang bisa dihambur-hamburkan dan dikorupsi," ujar mantan jurnalis televisi tersebut.
Dari pernyataan itulah timbul ketidaksepakatan antara anggota Caleg dengan ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie
Tentang pernyataanya masalah penolakan perda syariah, karna dinilai partai ini tidak mendukung adanya agama di Indonesia.
Maka dari itu sejumlah calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Lampung Barat periode 2019-2024 yang sebelumnya telah tercantum dan di umumkan dalam daftar calon sementara (DCS) dikabarkan mengundurkan diri.
Sejauh ini Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat memastikan sudah ada satu caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berasal dari daerah pemilihan (Dapil) 1 meliputi Kecamatan Lumbok Seminung, Sukau dan Balik Bukit dengan nomor urut 3 atas nama Ediyan Aprianto telah mengajukan pengunduran diri secara tertulis kepada penyelenggara.. Selanjutnya


8 Komentar
Mereka akhirnya sadar, paham apa yg sedang mereka perjuangkan untuk dikembangkan di negeri ini.
BalasHapusAlhamdulilah semoga makin Bayak orang yang sadar..
BalasHapus#2019 ALLAHHUAKBAR 👇👉PAS👈👇
BalasHapusAlhamdulillah insya allah orang orang yg mengundurkan diri ia lah mereka yg mendapatkan hidayah dari allah swt.
BalasHapusAmin.
alhamdulillah,mereka telah sadar bahwa jalan yg mereka lalui jalannya ideologi atheism
BalasHapusSyukurin
BalasHapusmenentang perda sariah itu berarti mendukung komunis atheis bangkit lagi
BalasHapusPartai somunis indonesia
BalasHapus