Dilansir dari Jawa Pos, Aisha, perempuan Nigeria menggugat cerai suaminya karena alasan yang mencengangkan. Aisha merasa ‘rudal’ suaiminya terlalu besar ukurannya. Aisha merasa tak kuat dengan ukuran p***s suaminya yang tak ketulungan.
Tidak ada penjelasan detail mengenai berapa ukuran alat kelamin Ali sebelum menegang atau sudah siap tempur. Satu hal yang pasti bahwa perempuan yang sebelum menikah dengan Ali sudah berstatus janda tersebut merasa ketakutan saat akan menerima gempuran rudal suaminya.
Dari tribunews.com disebutkan jika kepada pengadilan Aisha mengatakan dia menikahi Ali setelah bercerai dari suami pertamanya yang memberi dia tiga orang anak.
Dia menilai bahwa berhubungan intim dengan suaminya adalah sebuah pekerjaan yang berat dan menyakitkan.
“Saat dia (Ali, red) datang, kami memang berhubungan badan. Tapi pengalaman yang ada merupakan sebuah mimpi buruk,” katanya seperti dikutip Daily Mirror dari koran lokal Nigeria. “Alih-alih menikmati berhubungan seksual, ini ternyata menjadi sesuatu yang lain karena penisnya terlalu besar.” katanya, dilansir dari jpnn.com.
Perempuan ini bahkan mengaku minum obat penghilang rasa sakit setelah pertama kali berhubungan badan dengan Ali. Dan ketika diajak untuk bercinta kembali dia merasa ketakutan dan trauma.
“Tak kuat untuk menanggungnya,” katanya.
Di pengadilan, Ali tidak menampik bahwa dirinya memiliki alat kelamin yang cukup besar. Ali juga tidak keberatan atas gugatan cerai tersebut, tetapi dengan syarat uang maskawinya dikembalikan.
Kisah mengenai perceraian akibat ukuran alat kelamin juga terjadi di di Taipei, Taiwan. Berbeda dengan Aisha yang merasa kebesaran, seorang wanita bermarga Zhang di Taipei meminta cerai karena alat kelamin suaminya terlampau kecil.
Dilansir dari tempo.co, disebutkan jika pengadilan Taipei mengabulkan gugatan cerai tersebut. Dalam gugatannya, perempuan 55 tahun ini menuding suaminya, Zhou gagal memenuhi janji untuk berhubungan badan tiga kali sepekan.
“P***s dia sangat kecil, seperti anak-anak, hanya 5 sentimeter panjangnya,” ujar Zhang. “Kami belum pernah berhubungan s**s dengan penuh selama pernikahan.” lanjutnya.
Zhou sebenarnya telah berusaha untuk mencari pengobatan meski akhirnya menghentikannya. Zhou berdalih bahwa istrinya meminta bercinta tidak seusai waktu.
“Aku lebih suka main di pagi hari,Tapi dia ingin main tengah malam. Saat itu aku capek sekali.” Kata Zhou

0 Komentar